Pages

Senin, 16 Januari 2012

Satelit Phobos >

Phobos adalah salah satu dari dua satelit alami planet Mars. Satelit ini mengorbit Mars di radius 6.000 km. Saat ini, tidak ada satelit alam di tata surya yang mengorbit planet induknya dengan jarak sedekat ini.
Phobos semakin mendekati Mars sejarak 1,8 m tiap 100 tahun. Diperkirakan dalam waktu 50 juta tahun lagi, Phobos akan mengakhiri hidupnya dengan menabrak Mars. Gravitasi planet merah akan merenggut dan mencabiknya. Selanjutnya, akan terbentuk cincin yang mengelilingi Mars dari potongan Phobos.
Ada kawah besar di Phobos, selebar 10 km dan dinamakan "Stickney". Di kawah ini terisi debu, bahkan batu-batu besar terlihat menggelinding di permukaannya.
Seperti halnya Deimos, Phobos memiliki lapisan tebal regolith atau debu dan batuan dengan ketebalan 100 m. Regolith itu diduga berasal dari batuan ruang angkasa yang ditarik oleh gravitasi Phobos, lalu hancur berkeping dan sebagian besar berwujud serbuk.
Perbedaan temperatur di Phobos sangat mencolok. Di bagian yang terkena cahaya matahari memiliki temperatur seperti suhu di daerah subtropik saat musim dingin di Bumi, sedangkan bagian yang gelap bertemperatur -112° Celcius.

Seperti telah diumumkan bahwa awal tahun ini bangkai satelit Rusia yang gagal mengorbit, Phobos-Grunt, akan menghantam Bumi. Phobos-Grunt akan jatuh antara tanggal 9 hingga 20 Januari 2012, di waktu fajar sekitar pukul 03.00-05.00 WIB atau sore hari sekitar pukul 13.00-16.00 WIB. Sementara itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional memperkirakan runtuhan wahana antariksa Rusia, Phobos-Grunt, akan jatuh ke Bumi pada Senin (16/1).
Untuk sementara daerah lintasan jatuhnya runtuhan satelit itu berada di wilayah Samudera Hindia. “Namun peluang untuk jatuh di wilayah Indonesia bisa saja terjadi. Hal ini karena efek pengereman oleh atmosfer sangat dinamis sekali,” kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan, Thomas Djamaludin, di Jakarta, Rabu (antaranews.com).
Wahana antariksa dengan ukuran 4×4 meter seberat 13,2 ton tersebut akan jatuh pada area 51,4 derajat LU sampai 51,4 derajat LS. Di luasan itu, hampir seluruh wilayah Indonesia termasuk ke dalam daerah lintasannya sehingga Indonesia jadi termasuk salah satu negara yang kemungkinan akan menerima reruntuhan Phobos-Grunt.
Walau menurut penjelasan para astronom, tidak perlu dikhawatirkan adanya efek radiasi dari material radioaktif satelit. Sebab seluruh akan hancur terbakar sebelum tiba di Bumi (nationalgeographic.co.id).
Ketinggian PHOBOS-GRUNT terus mengalami penurunan. Untuk saat ini diperkirakan satelit akan jatuh pada pagi hari tanggal 16 Januari 2012 pukul 07:00 WIB ± 2.5 hari. Badai Matahari yang sangat kuat dapat mempercepat jatuhnya satelit ini. Prediksi akan semakin baik dengan diperolehnya data pengamatan yang baru.
Hingga saat ini lokasi jatuh PHOBOS-GRUNT belum bisa diperkirakan. Umumnya, sehari sebelum benda jatuh baru dapat diketahui (sebatas perkiraan) apakah suatu wilayah (misalnya Indonesia) masih mungkin kejatuhan atau tidak (dengan kata lain aman atau tidak). Silakan baca hasil pemantauan LAPAN untuk UARS dan ROSAT di situs ini (di bagian arsip berita).
Seandainya nanti ada serpihan yang ditemukan warga (walaupun kecil kemungkinannya), dihimbau untuk tidak menyentuhnya. Warga yang menemukan segera melapor ke kepolisian terdekat yang selanjutnya akan menghubungi instansi terkait seperti BAPETEN dan LAPAN. Jika diperlukan tim LAPAN akan datang ke lokasi.

0 komentar:

Posting Komentar